LABUAN BAJO | Insideflores.id |
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai Barat, Ir. Oktavianus Andi Bona melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD, Robert Gardi menyebutkan, titik-titik dampak bencana banjir di Desa Golo Sepang Kecamatan Boleng membutuhkan penanganan darurat.

Hal itu berdasarkan hasil kajian lapangan Tim BPBD di  lokasi banjir. Adapun titik terdampak yang butuh penanganan antara lain; normalisasi kali yang terkikis banjir, abrasi pantai, perbaikan infrastuktur deker dan tanggul yang jebol.

BACA JUGA: PT Flobamor Berdayakan Masyarakat di Kawasan TNK Selain Sektor Wisata

“Hasil kaji lapangan di Desa Golo Sepang, sekitar lima titik yang memang butuh penanganan darurat,” kata Robert.

Menindaklanjuti hasil kajian tersebut, BPBD Mabar telah merekomendasikannya ke Dinas Bina Marga guna menghitung Rancangan Anggaran Biaya (RAB).

BACA JUGA: Wabub Mabar Wajibkan Semua Desa Tanam Bambu

“Untuk sementara ini RAB masih dibuat oleh tim teknis dari Dinas Bina Marga,” lanjut Robert.

Kepala Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Perhubungan Kabupaten Manggarai Barat, Yosep Suhandi, ST belum menyampaikan penjelasan terkait hal itu saat dikonfirmasi, Sabtu (18/2/2023).

Untuk diketahui, pada Pekan lalu banjir bandang mengepung dataran Terang, Desa Golo Sepang, Kecamatan Boleng. Akibatnya, ratusan rumah warga terendam banjir dan sejumlah infrastuktur pedesaan rusak parah hingga kerugian material lainnya.

BACA JUGA: Seorang Polisi di Labuan Bajo Ditebas Warga Hingga 2 Jari Putus

Kepala Desa Golo Sepang, Saverius Bonskoan, SH melaporkan data korban dan jenis kerugian kepada Pemkab Mabar.

Jenis kerugian yang dialami warga antara lain fasilitas umum, saluran air dan lahan persawahan warga di Dusun Terang 2, deker di Dusun Hento serta tanggul di belakang rumah warga Dusun Satar Terang juga kerugian material lainnya. *(Robert Perkasa)