LABUAN BAJO | Insideflores.id |
Desa Liang Sola menjadi Desa pertama di Kabupaten Manggarai Barat yang menggelontorkan Dana Desa Tahun Anggaran 2023 untuk penanganan kesehatan warganya yang menderita gangguan jiwa/ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa).

Kepala Desa Liang Sola, Adrianus Harsi menyebut data 7 ODGJ dan 1 orang lainnya sedang dipasung di Desa Liang Sola.

BACA JUGA: Peduli Lingkungan, PT Flobamor Giat Bersih Sampah Plastik di Kawasan TNK

“Mulai tahun anggaran 2023, kami serius dan fokus menangani kesehatan mereka. Dana Desa tahun 2023 ini kami kucuran untuk kesehatan mereka. Ini wujud kehadiran negara membantu warga yang mengalami persoalan kesehatan mental,” ungkapnya.

Adrianus Harsi berkomitmen untuk menjadikan isu ini dalam kebijakan Desa tahun 2023 melalui pos anggaran 3 % Dana Operasional Desa dari pagu anggaran. Karena itu, Alumnus Sekolah Demokrasi Manggarai Barat ini melihat secara serius agar ketimpangan kebijakan pemerintah bagi para penderita tidak terjadi di tengah  masyarakat.

Launching posyandu ODGJ

Mengimplementasikan komitmen tersebut diawali dengan  peluncuran perdana (launching) kegiatan posyandu kesehatan mental yang digelar di Kantor Desa Liang Sola, Senin (30/1/2023).

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang hadir, jika selama ini kelompok rentan (ODGJ) belum mendapat perhatian serius  pemerintah.

BACA JUGA: Kapolres Manggarai Barat Pukul Bawahan, Media Dituding Hoax

“Dengan penuh kerendahan hati, saya menyampaikan bahwa banyak dari kami pemerintah yang terjebak dalam slogan-slogan manis. Tetapi aplikasinya jauh panggang dari api.
Kegiatan ini sebagai bentuk dimulainya perhatian dan keseriusan hadirnya negara dalam mewujudkan masyarakat sehat  jasmani maupun rohani.  Perhatian bagi warga yang mengalami persoalan kesehatan mental atau yang disebut ODGJ”, ungkap Kades Adrianus membuka kegiatan.

BACA JUGA: Lemkapi Minta Kapolri Evaluasi Jabatan Kapolres Manggarai Barat

Adrianus mengharapkan kerjasama semua pihak, agar mencurahkan perhatian dan konsentrasi bagi pembangunan kesehatan mental masyarakat di Desa Liang Sola.

Tujuan & sasaran posyandu

Perwakilan Puskesmas Wae Nakeng, Aventinus Asman Sarjo A.Md, Kep menjelaskan, kegiatan posyandu penting dilakukan di Desa untuk menurunkan angka kekambuhan pada masalah kejiwaan (ODMK) yang meliputi penurunan tanda gejala, peningkatan kemandirian.

Selain itu, mempertahankan kondisi  sehat jiwa dan kemandirian penderita. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam menurunkan stigma bagi penderita ODGJ.  Mencegah terjadinya pemasungan bagi yang sedang menderita.

Dijelaskannya, sasaran utama kegiatan ini untuk peningkatan gizi bagi penderita/pasien. Terapi individu dan kelompok  penderita. Penanggulangan kekambuhan dan kesembuhan. Peningkatan ketrampilan hidup. Menghilangkan  stigma keluarga dan masyarakat dalam relasi sosial.

Turut hadir pada moment launching ini Babinkamtibmas Desa Liang Sola,  Bripka Ardianus Don Bosko, Kordinator program kesehatan mental (ODGJ) Puskesmas Wae Nakeng, Laurensius Bagus, S.Kep. NS selaku pemateri dan utusan dari Puskesmas Wae Nakeng, Aventinus Asman Sarjo A.Md, Kep, pendamping Desa Angelus S. Suhadi bersama kader pemberdayaan manusia dan lingkungan Pemdes Desa Liang Sola, para Kepala Dusun serta staf  perangkat Desa. *(Robert Perkasa)