LABUAN BAJO | Insideflores.id |
Kecelakaan lalulintas (lakalantas) tunggal terjadi di Jalan Trans  Flores Labuan Bajo – Ruteng, tepatnya di jalan menurun Ranggawatu, Desa Golo Desat, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis (18/1/2023) sekira pukul 16.30 Wita.

Satu unit dum truck Mitsubishi Canter warna hijau menghantam tebing jalan, hingga terperosok masuk dalam got.

BACA JUGA: Camat Mbeliling Lantik Penjabat Kepala Desa Wae Jare

Bersyukur, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Sopir truck, Longginus Deor (49) asal  Redong Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai  bersama Dino (20) anak kandungnya selamat.

Lakalantas tunggal, dum truk Nopol W 9981 NL terperosok ke dalam got jalan Trans Flores, tepatnya di Ranggawatu, Desa Golo Desat, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (18/1/223) petang. Foto/Robert Perkasa

Terpantau di TKP,  bodi bagian depan mobil rusak parah. Kaca mobil tidak pecah, hanya terlepas. Sementara itu, ban depan tertanam dalam got setelah menghantam tebing jalan. Sedangkan ban mobil bagian belakang berada di badan jalan.

BACA JUGA: Tanah Mori Surga Dunia

“Mohon keluarga jangan cemaskan kami. Puji Tuhan. Kami selamat dari kecelakaan ini”, demikian pesan Longginus untuk seluruh keluarganya di Ruteng.

Kronologi kejadian

Mobil Canter Nopol W 9981 NL keluar dari Labuan Bajo, Kamis petang sekira pukul 14.00 Wita.
Mobil milik Krist Cargo ini melaju dari arah Labuan Bajo menuju Ruteng, membawa muatan barang campuran bertonase 4,5 ton drum aspal, lilin 220 kardus, suku cadang ban mobil dan barang Snack.

Semua jenis barang muatan mobil dalam keadaan terbungkus rapi. Tidak ada satu pun yang rusak tercecer saat lakalantas terjadi.

Sopir menjelaskan, sebelum kejadian, mobilnya sempat gagal mendaki gigi satu, di jalan tanjakan memasuki kampung Ceko Nobo karena air radiator bocor.

Lantas kemudian ia menghentikan mobilnya  selama satu jam, sambil mengisi tambahan air radiator sekitar 15 liter.

“Tiba di jalan tikungan mendaki sebelum Ceko Nobo, sebelas atas mendaki bok S, mobil tidak
bisa mendaki gigi satu. Saya coba paksa, lalu saya berhenti di jalan rata di depan kios setelah Ceko Nobo,” jelas Longginus.

Satu jam setelah mengisi tambahan air radiator, mereka pun lanjutkan perjalanan.

Namun sesampainya di jalan menurun Ranggawatu, bok ketiga dari Puarlolo, sopir berusaha melakukan engine brike ke posisi gigi dua.

“Sekitar 40-50 Meter sebelum kejadian, saya sudah merasakan rem mobil membatu atau tidak berfungsi. Lantas kondisi tersebut saya langsung beritahukan ke sang anak. Dengan kondisi panik, Ia pun berusaha pegang stir sekuat tenaga dan langsung banting stir ke arah tebing,” lanjutnya.

Ia dan anaknya akhirnya luput dari peristiwa naas tersebut. Saat ini keduanya masih berada di rumah warga kampung Ranggawatu sekitar TKP.

Mereka sedang menunggu mobil lain dari Labuan Bajo untuk memindahkan seluruh barang muatan selanjutnya dibawa ke Ruteng. *(Robert Perkasa)