Festival Wolobobo Ngada Kental Dengan Nuansa Budaya

39
Rangkaian kegiatan Festival Wolobobo Ngada di Kabupaten Ngada, Flores, NTT, Sabtu (17/9/2022).

NGADA, insideflores.id–Rangkaian kegiatan Festival Wolobobo Ngada 2022 di Kabupaten Ngada, Flores NTT syarat dengan berbagai atraksi nuansa budaya.

Beberapa rangkaian kegiatan yang dimulai sejak Sabtu 14 September tersebut diantaranya, kemping budaya, Tracking menyusuri lembah, bukit, hutan, dan hingga perjalanan wisata budaya di perkampungan kawasan Wolobobo.

“Sejak Opening Ceremony kegiatan semuanya dibalut dalam nuansa budaya yang sangat kental,” tutur
Bupati Ngada, Andreas Paru saat membuka kegiatan karnaval di Lapangan Kartini Bajawa, pada Sabtu (17/9/2022).

BACA JUGA: Festival Wolobobo Menawarkan Berbagai Atraksi Alam dan Budaya

Karnaval budaya yang dimulai dari Lapangan Lebijaga lanjutnya, berakhir di Lapangan Kartini. Peserta pertunjukan budaya diikuti 3 kelompok etnis besar di Ngada yaitu Etnis Ngadhu Bagha, Etnis Soa, Etnis Riung.

Kegiatan dilanjutkan dengan penampilan tari kolosal yang dibawakan oleh 350 penari yang semuanya adalah siswa dan siswi sekolah menengah yang ada di Bajawa.

“Namanya *Tarian Kolosal Ngada Bisa* menampilkan tiga kekhasan Ngada yaitu Kopi, Tenun, Bambu yang merupakan tema utama WNF 2022 dalam gerakan dan alat musik,” jelas Paru.

Pagelaran tari akbar tersebut dimaksud untuk mengajak seluruh tamu yang hadir di Lapangan Kartini agar ikut menari Ja’i dan Tarian Dero bersama.

BACA JUGA : Kemenparekraf bersama BPOLBF Gelar Temu Bisnis Perkuat Rantai Pasok Industri Parekraf di Labuan Bajo

“Ja’i sendiri merupakan tarian khas Ngada yang masuk dalam salah satu Warisan Budaya Tak Benda oleh Kemendikbud, sementara Tarian Dero merupakan tarian pemersatu Nagekeo dan Ngada,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut juga ada pertunjukan peragaan fashion show yang menampilkan berbagai kekayaan tenun, kopi, dan berbagai pernak pernik dari bambu juga digelar.

“Semua ya bertujuan untuk membangkitkan perekonomian masyarakat, menghidupkan usaha mikro kecil dan menengah dan membangkitkan ruang kreativitas bagi para pegiat seni dan budaya pasca pandemi ini,” ungkap Paru lanjut.

Karena itu, pihak pemerintah Ngada telah melakukan berbagai upaya ptomosi diantaranya melalui pelaksanaan Wolobobo Ngada Festival 2022.

Dirinya mengajak, agar seluruh masyarakat Ngada menjadikan WNF 2022 sebagai ajang mempromosikan semua potensi yang ada di kabupaten tersebut dalam Nilai dan Spirit “Tante Nela Paris.”

“Dalam istilah masyarakat Ngada adalah akronim dari “Tani, Ternak, Nelayan dan Pariwisata” untuk memenuhi; Tuka, Tuku, dan Teka yang memberikan gambaran tentang ketahanan pangan yang tercermin dari Ketersediaan Pangan, Akses Pangan, dan Pemanfaatan Pangan.

BACA JUGA: Aplikasi “INISA” Akan Mengakomodir Pelaku Wisata di Labuan Bajo

Senada dengan Bupati, Sekretaris Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan dari Kemenparekraf yang hadir dalam Opening Ceremony WNF 2022 Edy Wardoyo berharap, agar event WNF bisa masuk dalam 10 Event Utama tahun 2023. Mengingat WNF 2022 telah berhasil masuk dalam 100 Kharisma Event Nusantara 2022 dan merupakan capaian yang harus dipertahankan.

“Wolobobo Ngada Festival 2022 pada tahun ini masuk ke dalam 100 Kharisma Event Nusantara. Tentunya kami dari Kemenparekraf sangat bangga, apalagi rangkaian festival yang dilakukan beberapa hari ini diisi dengan aneka ragam atraksi yang ditampilkan,” terangnya.

Saat Opening Ceremony, secara simbolis dibuka dengan meniup Bombardom (salah satu alat musik khas Ngada yang terbuat dari bambu). Saat itu, Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Shana Fatina turut hadir mendampingi.

Dikesempatan tersebut Shana menyampaikan, bahwa dirinya dan tim mengucapkan apresiasi atas terselenggaranya Festival Wolobobo yang sudah berlangsung sejak 14 September lalu dan berkomitmen untuk terus mendorong agar produk pariwisata Ngada bisa mencapai pasar yang lebih besar.

“Kehadiran kami dari Kemenparekraf dalam hal ini melalui BPOLBF adalah untuk mendorong produk pariwisata yang ada di Kabupaten Ngada agar bisa dikenal lebih luas lagi, tidak hanya untuk konsumsi lokal dan nasional saja tetapi juga internasional. Kami berharap ini bisa menjadi karakter dan keunikan Kabupaten Ngada ke depan yang akan kita promosikan terus menerus,” ungkap Shana.

Wolobobo Ngada Festival ini akan digelar selama 10 hari, terhitung sejak tanggal 14 September 2022 hingga 24 September 2022 yang akan datang dihadiri tamu undangan yang datang dari berbagai daerah, baik dari daratan Flores, NTT lainnya, nasional, dan mancanegara. (Milano**)